Penerimaan Bahan Baku
Bahan baku dikirim dari miniplant ke
perusahaan dengan menggunakan styrofoam.
Daging dalam toples atau plastik dicampur dengan es curai dan diletakkan di
dalam styrofoam untuk mempertahankan
suhu dingin bahan baku. Suhu
daging dipertahankan pada 0 0C sampai 3 0C dengan
menambahkan es curai. Jumlah perbandingan antara daging dan es yang ditambahkan
tergantung pada jarak pengiriman dan lama waktu pengiriman, semakin jauh
miniplant dari perusahaan induk, maka jumlah es yang ditambahkan semakin
banyak. Menurut Junianto (2003), perbandingan es dan daging dalam kemasan yang
digunakan selama pendinginan bervariasi antara 1 : 4 sampai 1 : 1, perbandingan tersebut
bergantung pada waktu penyimpanan yang diperkirakan, suhu udara diluar kemasan
dan jenis wadah penyimpanan. Ditambahkan oleh Afrianto dan Liviawaty (2005), penggunaan
es curai sehingga mencapai suhu 0oC adalah lebih singkat, hal ini
dikarenakan semakin halus es yang diberikan maka luas permukaan tubuh ikan yang
bersinggungan dengan es semakin besar sehingga waktu yang dibutuhkan mencapai 0oC
semakin singkat.
Transportasi
bahan baku diangkut menggunakan mobil box tertutup/pick up. Pengangkutan yang baik akan memegang
peranan penting dalam menjaga mutu produk. Untuk pengangkutan dengan truk/pick
up terbuka biasanya digunakan penutup yang bersifat konduktivitas
thermalnya rendah, ringan, tahan rembesan uap air dan tahan goncangan. Oleh
karena itu, dengan penggunaan terpal mampu berfungsi sebagai insulator.
Daging rajungan yang diterima dari miniplant yang telah
dibongkar, dipisahkan menurut jenis daging dan ditimbang dengan menggunakan
timbangan digital dengan kapasitas 300 kg menurut jenis dagingnya. Penimbangan dilakukan
untuk mengetahui berat bahan baku yang diterima dan mencocokkan dengan surat
jalan yang diterima dari miniplant. Surat jalan miniplant berisi keterangan antara lain nama/asal
miniplant, tanggal produksi, tanggal pengiriman, jenis daging dan berat/jumlah
daging/bahan baku tiap jenis daging. Daging rajungan yang diterima biasanya dikemas dengan
menggunakan toples, plastik atau mika. Daging jumbo di
kemas dengan toples plastik agar daging tidak rusak saat pengangkutan dan di plaster pada bagian pertemuan tutup dan
badan toples untuk menghindari
terlepasnya tutup toples saat pengangkutan ke perusahaan. Jenis daging backfin, flower, special, dan claw meat cukup dikemas plastik untuk memudahkan pengangkutan.
. Daging yang dikemas dengan toples ditimbang lebih
dahulu karena daging yang dikemas dengan toples lebih mudah penimbangan dan
penyusunannya kedalam keranjang plastik, setelah daging dalam toples sesuai baru
kemudian daging yang dikemas dengan menggunakan plastik. Penimbangan daging
rajungan yang dikemas dalam toples untuk mudah mengetahui berat bersih
dagingnya (berat bersih tanpa toples) maka dalam menimbangnya disertakan toples
kosong, sedangkan daging yang dikemas dengan plastik ditimbang langsung dalam keranjang. Ukuran toples, keranjang atau basket, mika dan plastik
dapat dilihat pada Tabel .
Tabel . Potongan Toples Timbangan Receiving
|
1 toples besar = 0,1 kg
|
|
1 toples kecil = 0,5 kg
|
|
1 toples kotak = 0,1 kg
|
|
1 toples warna = 0,05 kg
|
|
5 mika = 0,1 kg
|
|
10 plastik = 0,05 kg
|
|
1 keranjang = 2,6 kg
|
Sumber : PT. Tonga Tiur Putra
Setelah penimbangan, selanjutnya daging rajungan dicek
suhu awalnya dengan thermometer hand pada sampel dari tiap mini plant
(sampel diambil dari toples/plastik berisi daging colosal, jumbo, jumbo undersize, backfin, flower, special, dan claw meat). Kemudian bahan baku di cek
mutu awalnya secara organoleptik oleh Quality
Control. Daging yang diterima adalah daging yang
memenuhi syarat organoleptik yaitu terdiri dari rasa (daging rajungan manis), bau (bau khas
rajungan) dan warna (warna putih bersih), selain itu juga dilakukan pemisahan daging berdasarkan
warna yaitu daging warna merah yaitu claw meat dan daging warna putih
yang meliputi colosal, jumbo, undersize,
backfin, flower dan special. Menurut
Hadiwiyoto (1993) kesegaran bahan baku menjadi faktor yang paling penting dalam
penentuan sehat atau tidaknya suatu produk yang akan dikonsumsi. Melalui
pemeriksaan kesegaran secara organoleptik yaitu menggunakan panca indera dapat
diketahui tanda-tanda terjadinya penurunan mutu. Daging yang masuk standart
dipisahkan lagi menjadi beberapa keranjang sesuai dengan jenis daging dan miniplant yang mengirim dan langsung di
proses. Apabila daging berlebih disimpan dan
menunggu untuk di sortir, disimpan sementara dalam cold storage dengan
suhu 0 0C untuk menjaga kesegaran daging rajungan, sedangkan daging yang
tidak memenuhi standart akan dirijek dan dipisahkan dalam keranjang tersendiri
agar tidak bercampur dengan daging yang mutunya baik, diberi label sesuai
dengan miniplant yang mengirim dan prosesnya tidak dilanjutkan. Daging yang tidak memenuhi standar (basi dan ditolak atau rejeck)
disimpan dalam cold storage dengan
suhu -20°C untuk dijual ke perusahaan lain yang berada
dalam negeri dalam bentuk daging mentah.
No comments:
Post a Comment