Sunday, 31 March 2013


Penerimaan Bahan Baku
            Bahan baku dikirim dari miniplant ke perusahaan dengan menggunakan styrofoam. Daging dalam toples atau plastik dicampur dengan es curai dan diletakkan di dalam styrofoam untuk mempertahankan suhu dingin bahan baku. Suhu daging dipertahankan pada 0 0C sampai 3 0C dengan menambahkan es curai. Jumlah perbandingan antara daging dan es yang ditambahkan tergantung pada jarak pengiriman dan lama waktu pengiriman, semakin jauh miniplant dari perusahaan induk, maka jumlah es yang ditambahkan semakin banyak. Menurut Junianto (2003), perbandingan es dan daging dalam kemasan yang digunakan selama pendinginan bervariasi antara    1 : 4 sampai 1 : 1, perbandingan tersebut bergantung pada waktu penyimpanan yang diperkirakan, suhu udara diluar kemasan dan jenis wadah penyimpanan. Ditambahkan oleh Afrianto dan Liviawaty (2005), penggunaan es curai sehingga mencapai suhu 0oC adalah lebih singkat, hal ini dikarenakan semakin halus es yang diberikan maka luas permukaan tubuh ikan yang bersinggungan dengan es semakin besar sehingga waktu yang dibutuhkan mencapai 0oC semakin singkat.
            Transportasi bahan baku diangkut menggunakan mobil box tertutup/pick up. Pengangkutan yang baik akan memegang peranan penting dalam menjaga mutu produk. Untuk pengangkutan dengan truk/pick up terbuka biasanya digunakan penutup yang bersifat konduktivitas thermalnya rendah, ringan, tahan rembesan uap air dan tahan goncangan. Oleh karena itu, dengan penggunaan terpal mampu berfungsi sebagai insulator.
               Penerimaan bahan baku diawali dengan proses pembongkaran bahan baku yang dilakukan sebelum proses produksi yaitu sekitar pukul 07.30 dan dilakukan dalam ruang terbuka tetapi terdapat atap agar terhindar dari kontaminasi dan kontak dengan sinar matahari. Adapun pemisahan, penimbangan dan cek organoleptik dilakukan dalam ruang tertutup berukuran 2 x 10 m. Ruangan dipertahankan pada suhu 16 0C dengan pemasangan 2 AC. Pembongkaran bahan baku dilakukan di atas meja yang terbuat dari stainless steel, dengan cara memisahkan daging yang berada dalam toples atau plastik dengan es yang digunakan untuk mendinginkan daging dan memisahkan daging menurut jenis daging yang dikirim. Kemudian baru masuk ke ruang penerimaan melalui jendela bertirai plastik. 
Daging rajungan yang diterima dari miniplant yang telah dibongkar, dipisahkan menurut jenis daging dan ditimbang dengan menggunakan timbangan digital dengan kapasitas 300 kg menurut jenis dagingnya. Penimbangan dilakukan untuk mengetahui berat bahan baku yang diterima dan mencocokkan dengan surat jalan yang diterima dari miniplant. Surat jalan miniplant berisi keterangan antara lain nama/asal miniplant, tanggal produksi, tanggal pengiriman, jenis daging dan berat/jumlah daging/bahan baku tiap jenis daging. Daging rajungan yang diterima biasanya dikemas dengan menggunakan toples, plastik atau mika. Daging jumbo di kemas dengan toples plastik agar daging tidak rusak saat pengangkutan dan di plaster pada bagian pertemuan tutup dan badan toples untuk menghindari terlepasnya tutup toples saat pengangkutan ke perusahaan. Jenis daging backfin, flower, special, dan claw meat cukup dikemas plastik untuk memudahkan pengangkutan.
. Daging yang dikemas dengan toples ditimbang lebih dahulu karena daging yang dikemas dengan toples lebih mudah penimbangan dan penyusunannya kedalam keranjang plastik, setelah daging dalam toples sesuai baru kemudian daging yang dikemas dengan menggunakan plastik. Penimbangan daging rajungan yang dikemas dalam toples untuk mudah mengetahui berat bersih dagingnya (berat bersih tanpa toples) maka dalam menimbangnya disertakan toples kosong, sedangkan daging yang dikemas dengan plastik ditimbang langsung dalam keranjang. Ukuran toples, keranjang atau basket, mika dan plastik dapat  dilihat pada Tabel .
                                   Tabel . Potongan Toples Timbangan Receiving
1 toples besar = 0,1 kg
1 toples kecil = 0,5 kg
1 toples kotak = 0,1 kg
1 toples warna = 0,05 kg
5 mika = 0,1 kg
10 plastik = 0,05 kg
1 keranjang = 2,6 kg
                                       Sumber : PT. Tonga Tiur Putra
Setelah penimbangan, selanjutnya daging rajungan dicek suhu awalnya dengan thermometer hand pada sampel dari tiap mini plant (sampel diambil dari toples/plastik berisi daging colosal, jumbo, jumbo undersize, backfin, flower, special, dan claw meat). Kemudian bahan baku di cek mutu awalnya secara organoleptik oleh Quality Control. Daging yang diterima adalah daging yang memenuhi syarat organoleptik yaitu terdiri dari rasa (daging rajungan manis), bau (bau khas rajungan) dan warna (warna putih bersih), selain itu juga dilakukan pemisahan daging berdasarkan warna yaitu daging warna merah yaitu claw meat dan daging warna putih yang meliputi colosal, jumbo, undersize, backfin, flower dan special. Menurut Hadiwiyoto (1993) kesegaran bahan baku menjadi faktor yang paling penting dalam penentuan sehat atau tidaknya suatu produk yang akan dikonsumsi. Melalui pemeriksaan kesegaran secara organoleptik yaitu menggunakan panca indera dapat diketahui tanda-tanda terjadinya penurunan mutu. Daging yang masuk standart dipisahkan lagi menjadi beberapa keranjang sesuai dengan jenis daging dan miniplant yang mengirim dan langsung di proses. Apabila daging berlebih disimpan dan menunggu untuk di sortir, disimpan sementara dalam cold storage dengan suhu 0 0C untuk menjaga kesegaran daging rajungan, sedangkan daging yang tidak memenuhi standart akan dirijek dan dipisahkan dalam keranjang tersendiri agar tidak bercampur dengan daging yang mutunya baik, diberi label sesuai dengan miniplant yang mengirim dan prosesnya tidak dilanjutkan. Daging yang tidak memenuhi standar (basi dan ditolak atau rejeck) disimpan dalam cold storage dengan suhu -20°C untuk dijual ke perusahaan lain yang berada dalam negeri dalam bentuk daging mentah.

No comments:

Post a Comment