Pengawetan Ikan
Sunday, 31 March 2013
Sortasi Daging Rajungan
Sortasi
Menurut
Hadiwiyoto (1993) sortasi adalah pemisahan produk menurut jenis, ukuran, dan
kesegaran serta bagian-bagian yang tidak diinginkan. Sortasi ini bertujuan
untuk memisahkan bahan baku yang diterima oleh perusahaan berdasarkan
kualitasnya serta menjaga keseragaman mutu. Sortasi
merupakan bagian kedua dari proses produksi
pengalengan daging rajungan. Sortasi atau
sortir bertugas memisahkan daging yang
seharusnya menjadi jenis daging (terjadi up
grade/down grade) membersihkan daging dari kotoran (lemi), shell (serpihan
cangkang, karapas), dan filth (kotoran, kerikil, rambut, pasir dan
lain-lain). Alat-alat yang
digunakan adalah pinset untuk mengambil shell,
toples plastik sebagai wadah daging, nampan warna biru dan hijau sebagai alas
daging dan nampan pink/orange sebagai landasan yang diisi es, dan basket dengan
3 warna sebagai wadah daging sortir dan landasan. Sortir
dilakukan diatas meja stainless steel.
Penyortiran menggunakan pinset dan sarung tangan. Proses penyortiran dipisahkan
sesuai dengan jenis dagingnya. Pada ruang sortir pertama yaitu jenis daging special, backfin, flower, claw meat merus,
claw meat carfus, claw meat ball dan
leg meat. Sedangkan ruang sortir dua khusus jenis colosal dan jumbo.
Penyortiran grade daging jumbo dilakukan dengan cara crab
meat dalam toples di tuang dalam nampan warna biru/hijau kemudian dilandasi
dengan nampan warna pink/orange yang berisi es curai untuk menjaga suhu dingin
daging (≤ 50C). Suhu daging selalu dicek setiap 30 menit dengan
menggunakan thermometer hand.
Daging yang disortir dilakukan tiap buah menggunakan
sarung tangan dan menggunakan alat pinset stainless
steel untuk membersihkan lemi (kotoran rajungan), dan jika terdapat shell maka shell tersebut dipisahkan pada toples tersendiri. Untuk mendeteksi shell yang ada dalam daging, bagian
ujung jumbo (nukle) ditekan dengan
jari. Apabila pada saat sortasi terdapat daging jumbo yang pecah, daging tersebut dipisahkan dan masuk ke dalam
kategori backfin (pecahan jumbo).
Pada sortir daging jenis colossal, jumbo, maupun
backfin dilakukan penimbangan menggunakan timbangan digital berkapasitas
300 gram dengan tingkat ketelitian 0,01 gram untuk menyeragamkan jenis daging
menurut berat yang ditetapkan. Pada proses sortir daging jenis backfin memerlukan waktu 5-8 menit tiap
toples.
Lama waktu penyortiran jenis daging colossal maupun jumbo
yaitu 2-4 menit setiap toples dan hasil penyortiran ditata dalam wadah plastik
berbentuk kotak dan posisi daging tidak menumpuk untuk memudahkan dan
mengurangi rusaknya daging pada saat pengisian ke dalam kaleng.
Penyortiran daging special
dilakukan selama 15 – 20 menit tiap toples. Penyortiran daging special lebih lama dikarenakan bentuk
dagingnya yang kecil sehingga diperlukan kecermatan agar hasil sortir
benar-benar bersih.
Pada penyortiran daging special, daging tersebut harus dibersihkan dari shell, kotoran, serpihan
cangkang, dan benda asing yang masih ada atau masih tertinggal kemudian
ditempatkan dalam toples disertakan dengan nama miniplantnya.
Penyortiran daging flower dipisahkan antara lain: flower, backfin, regular, special dan shell. Lama waktu penyortiran daging jenis flower memerlukan waktu 8-12
menit. Daging flower disortir di ruangan black light. Dinamakan ruang black light karena tempat yang tertutup
serta lampunya yang tidak terang bahkan terkesan gelap, lampu
berwarna agak kebiruan dengan menggunakan
sinar UV yang dapat mengidentifikasikan shell yang mengandung fosfor,
fungsi sinar UV adalah untuk membedakan antara daging dengan shell ataupun
benda yang lain, benda selain daging akan terlihat dengan jelas karena warnanya
akan memantul dan berwarna perak. Lampu diruang black light dipasang ± 30 cm dari permukaan meja sortir.
Penyortiran daging flower dengan
menggunakan pinset dan dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak merusak bentuk
dan tekstur daging. Dikatakan flower
karena bentuk dagingnya yang menyerupai kelopak bunga.
Daging flower minimal harus terdiri dari tiga
pasang apabila kurang maka dimasukkan dalam backfin. Flower dapat
dipecah menjadi tiga bagian yaitu reguler,
backfin dan special. Backfin adalah pecahan flower yang bentuknya masih utuh reguler adalah pecahan flower yang berukuran besar ataupun agak
besar sedangkan special adalah bagian dari flower
yang sangat halus. Untuk memisahkan antara reguler
dengan special dilakukan
pengayakan dengan nampan. Daging
yang telah dibersihkan dimasukkan dalam toples plastik untuk di lanjutkan ke
proses mixing.
Proses sortir claw
meat dipisahkan menurut jenisnya,
yang meliputi claw meat merus, claw meat carpus, claw meat ball, dan claw meat
leg. Penyortiran claw
meat dengan menggunakan pinset dan sarung tangan untuk memisahkan daging
dari serpihan cangkang, benda asing, tulang rawan dan daging yang mutunya tidak
bagus.
Tabel 6. Standart grade daging
rajungan di PT. Tonga Tiur Putra
|
Jenis daging
|
Size/pcs
|
|
Jumbo
colossal
|
≥
10 gr
|
|
Jumbo
|
≥
3,5 gr sampai < 10 gr
|
|
Jumbo
undersize
|
≥
2,5 gr sampai < 3,5 gr
|
|
Backfin
|
0,5 gr sampai 2,5 gr
|
|
Regular
|
>
0,25 gr – 0,35 gr
|
|
Special
|
≤ 0,3 gr
|
|
Merus
|
≥ 1 gr
|
|
Carpus
|
≥ 1 gr
|
|
Leg
meat
|
≤
1 gr
|
|
Sumber
: PT Tonga Tiur Putra
|
|
|
|
|
Masing-masing bagian diruang sortir diawasi oleh seorang
supervisor. Tindakan pengawasan dilakukan oleh Quality Contol dengan melakukan
pengukuran suhu dan pengecekan daging secara visual. Jika terjadi peningkatan
suhu pada saat sortir, ditambahkan es pada alas nampan sortir. Pencatatan
dilakukan terhadap berat dan suhu bahan baku.
Setelah penyortiran selesai
maka dilakukan penimbangan di akhir sortir untuk menentukan seberapa jenis
daging yang masuk ke perusahaan. Hasil penimbangan dicatat sesuai dengan
miniplant dan berat daging rajungan untuk setiap jenisnya, yang tujuannya untuk
mencocokkan berat daging saat diterima dan setelah sortir. Hasil yang didapat
dari penimbangan sortir ini lalu digunakan untuk standart jenis daging baru
kemudian dilakukan pembayaran kepada supplier
atau miniplant. Setelah penimbangan akhir sortasi, disini terjadi antrian ke
proses mixing. Untuk tetap menjaga
rantai dingin dan mutu daging, dilakukan penyusunan toples pada basket dan
pemberian es dengan susunan bertingkat untuk mencegah berkembangnya bakteri
sebelum proses mixing.
Penerimaan Bahan Baku
Bahan baku dikirim dari miniplant ke
perusahaan dengan menggunakan styrofoam.
Daging dalam toples atau plastik dicampur dengan es curai dan diletakkan di
dalam styrofoam untuk mempertahankan
suhu dingin bahan baku. Suhu
daging dipertahankan pada 0 0C sampai 3 0C dengan
menambahkan es curai. Jumlah perbandingan antara daging dan es yang ditambahkan
tergantung pada jarak pengiriman dan lama waktu pengiriman, semakin jauh
miniplant dari perusahaan induk, maka jumlah es yang ditambahkan semakin
banyak. Menurut Junianto (2003), perbandingan es dan daging dalam kemasan yang
digunakan selama pendinginan bervariasi antara 1 : 4 sampai 1 : 1, perbandingan tersebut
bergantung pada waktu penyimpanan yang diperkirakan, suhu udara diluar kemasan
dan jenis wadah penyimpanan. Ditambahkan oleh Afrianto dan Liviawaty (2005), penggunaan
es curai sehingga mencapai suhu 0oC adalah lebih singkat, hal ini
dikarenakan semakin halus es yang diberikan maka luas permukaan tubuh ikan yang
bersinggungan dengan es semakin besar sehingga waktu yang dibutuhkan mencapai 0oC
semakin singkat.
Transportasi
bahan baku diangkut menggunakan mobil box tertutup/pick up. Pengangkutan yang baik akan memegang
peranan penting dalam menjaga mutu produk. Untuk pengangkutan dengan truk/pick
up terbuka biasanya digunakan penutup yang bersifat konduktivitas
thermalnya rendah, ringan, tahan rembesan uap air dan tahan goncangan. Oleh
karena itu, dengan penggunaan terpal mampu berfungsi sebagai insulator.
Daging rajungan yang diterima dari miniplant yang telah
dibongkar, dipisahkan menurut jenis daging dan ditimbang dengan menggunakan
timbangan digital dengan kapasitas 300 kg menurut jenis dagingnya. Penimbangan dilakukan
untuk mengetahui berat bahan baku yang diterima dan mencocokkan dengan surat
jalan yang diterima dari miniplant. Surat jalan miniplant berisi keterangan antara lain nama/asal
miniplant, tanggal produksi, tanggal pengiriman, jenis daging dan berat/jumlah
daging/bahan baku tiap jenis daging. Daging rajungan yang diterima biasanya dikemas dengan
menggunakan toples, plastik atau mika. Daging jumbo di
kemas dengan toples plastik agar daging tidak rusak saat pengangkutan dan di plaster pada bagian pertemuan tutup dan
badan toples untuk menghindari
terlepasnya tutup toples saat pengangkutan ke perusahaan. Jenis daging backfin, flower, special, dan claw meat cukup dikemas plastik untuk memudahkan pengangkutan.
. Daging yang dikemas dengan toples ditimbang lebih
dahulu karena daging yang dikemas dengan toples lebih mudah penimbangan dan
penyusunannya kedalam keranjang plastik, setelah daging dalam toples sesuai baru
kemudian daging yang dikemas dengan menggunakan plastik. Penimbangan daging
rajungan yang dikemas dalam toples untuk mudah mengetahui berat bersih
dagingnya (berat bersih tanpa toples) maka dalam menimbangnya disertakan toples
kosong, sedangkan daging yang dikemas dengan plastik ditimbang langsung dalam keranjang. Ukuran toples, keranjang atau basket, mika dan plastik
dapat dilihat pada Tabel .
Tabel . Potongan Toples Timbangan Receiving
|
1 toples besar = 0,1 kg
|
|
1 toples kecil = 0,5 kg
|
|
1 toples kotak = 0,1 kg
|
|
1 toples warna = 0,05 kg
|
|
5 mika = 0,1 kg
|
|
10 plastik = 0,05 kg
|
|
1 keranjang = 2,6 kg
|
Sumber : PT. Tonga Tiur Putra
Setelah penimbangan, selanjutnya daging rajungan dicek
suhu awalnya dengan thermometer hand pada sampel dari tiap mini plant
(sampel diambil dari toples/plastik berisi daging colosal, jumbo, jumbo undersize, backfin, flower, special, dan claw meat). Kemudian bahan baku di cek
mutu awalnya secara organoleptik oleh Quality
Control. Daging yang diterima adalah daging yang
memenuhi syarat organoleptik yaitu terdiri dari rasa (daging rajungan manis), bau (bau khas
rajungan) dan warna (warna putih bersih), selain itu juga dilakukan pemisahan daging berdasarkan
warna yaitu daging warna merah yaitu claw meat dan daging warna putih
yang meliputi colosal, jumbo, undersize,
backfin, flower dan special. Menurut
Hadiwiyoto (1993) kesegaran bahan baku menjadi faktor yang paling penting dalam
penentuan sehat atau tidaknya suatu produk yang akan dikonsumsi. Melalui
pemeriksaan kesegaran secara organoleptik yaitu menggunakan panca indera dapat
diketahui tanda-tanda terjadinya penurunan mutu. Daging yang masuk standart
dipisahkan lagi menjadi beberapa keranjang sesuai dengan jenis daging dan miniplant yang mengirim dan langsung di
proses. Apabila daging berlebih disimpan dan
menunggu untuk di sortir, disimpan sementara dalam cold storage dengan
suhu 0 0C untuk menjaga kesegaran daging rajungan, sedangkan daging yang
tidak memenuhi standart akan dirijek dan dipisahkan dalam keranjang tersendiri
agar tidak bercampur dengan daging yang mutunya baik, diberi label sesuai
dengan miniplant yang mengirim dan prosesnya tidak dilanjutkan. Daging yang tidak memenuhi standar (basi dan ditolak atau rejeck)
disimpan dalam cold storage dengan
suhu -20°C untuk dijual ke perusahaan lain yang berada
dalam negeri dalam bentuk daging mentah.
Penerimaan Bahan Baku
Bahan baku dikirim dari miniplant ke
perusahaan dengan menggunakan styrofoam.
Daging dalam toples atau plastik dicampur dengan es curai dan diletakkan di
dalam styrofoam untuk mempertahankan
suhu dingin bahan baku. Suhu
daging dipertahankan pada 0 0C sampai 3 0C dengan
menambahkan es curai. Jumlah perbandingan antara daging dan es yang ditambahkan
tergantung pada jarak pengiriman dan lama waktu pengiriman, semakin jauh
miniplant dari perusahaan induk, maka jumlah es yang ditambahkan semakin
banyak. Menurut Junianto (2003), perbandingan es dan daging dalam kemasan yang
digunakan selama pendinginan bervariasi antara 1 : 4 sampai 1 : 1, perbandingan tersebut
bergantung pada waktu penyimpanan yang diperkirakan, suhu udara diluar kemasan
dan jenis wadah penyimpanan. Ditambahkan oleh Afrianto dan Liviawaty (2005), penggunaan
es curai sehingga mencapai suhu 0oC adalah lebih singkat, hal ini
dikarenakan semakin halus es yang diberikan maka luas permukaan tubuh ikan yang
bersinggungan dengan es semakin besar sehingga waktu yang dibutuhkan mencapai 0oC
semakin singkat.
Transportasi
bahan baku diangkut menggunakan mobil box tertutup/pick up. Pengangkutan yang baik akan memegang
peranan penting dalam menjaga mutu produk. Untuk pengangkutan dengan truk/pick
up terbuka biasanya digunakan penutup yang bersifat konduktivitas
thermalnya rendah, ringan, tahan rembesan uap air dan tahan goncangan. Oleh
karena itu, dengan penggunaan terpal mampu berfungsi sebagai insulator.
Daging rajungan yang diterima dari miniplant yang telah
dibongkar, dipisahkan menurut jenis daging dan ditimbang dengan menggunakan
timbangan digital dengan kapasitas 300 kg menurut jenis dagingnya. Penimbangan dilakukan
untuk mengetahui berat bahan baku yang diterima dan mencocokkan dengan surat
jalan yang diterima dari miniplant. Surat jalan miniplant berisi keterangan antara lain nama/asal
miniplant, tanggal produksi, tanggal pengiriman, jenis daging dan berat/jumlah
daging/bahan baku tiap jenis daging. Daging rajungan yang diterima biasanya dikemas dengan
menggunakan toples, plastik atau mika. Daging jumbo di
kemas dengan toples plastik agar daging tidak rusak saat pengangkutan dan di plaster pada bagian pertemuan tutup dan
badan toples untuk menghindari
terlepasnya tutup toples saat pengangkutan ke perusahaan. Jenis daging backfin, flower, special, dan claw meat cukup dikemas plastik untuk memudahkan pengangkutan.
. Daging yang dikemas dengan toples ditimbang lebih
dahulu karena daging yang dikemas dengan toples lebih mudah penimbangan dan
penyusunannya kedalam keranjang plastik, setelah daging dalam toples sesuai baru
kemudian daging yang dikemas dengan menggunakan plastik. Penimbangan daging
rajungan yang dikemas dalam toples untuk mudah mengetahui berat bersih
dagingnya (berat bersih tanpa toples) maka dalam menimbangnya disertakan toples
kosong, sedangkan daging yang dikemas dengan plastik ditimbang langsung dalam keranjang. Ukuran toples, keranjang atau basket, mika dan plastik
dapat dilihat pada Tabel .
Tabel . Potongan Toples Timbangan Receiving
|
1 toples besar = 0,1 kg
|
|
1 toples kecil = 0,5 kg
|
|
1 toples kotak = 0,1 kg
|
|
1 toples warna = 0,05 kg
|
|
5 mika = 0,1 kg
|
|
10 plastik = 0,05 kg
|
|
1 keranjang = 2,6 kg
|
Sumber : PT. Tonga Tiur Putra
Setelah penimbangan, selanjutnya daging rajungan dicek
suhu awalnya dengan thermometer hand pada sampel dari tiap mini plant
(sampel diambil dari toples/plastik berisi daging colosal, jumbo, jumbo undersize, backfin, flower, special, dan claw meat). Kemudian bahan baku di cek
mutu awalnya secara organoleptik oleh Quality
Control. Daging yang diterima adalah daging yang
memenuhi syarat organoleptik yaitu terdiri dari rasa (daging rajungan manis), bau (bau khas
rajungan) dan warna (warna putih bersih), selain itu juga dilakukan pemisahan daging berdasarkan
warna yaitu daging warna merah yaitu claw meat dan daging warna putih
yang meliputi colosal, jumbo, undersize,
backfin, flower dan special. Menurut
Hadiwiyoto (1993) kesegaran bahan baku menjadi faktor yang paling penting dalam
penentuan sehat atau tidaknya suatu produk yang akan dikonsumsi. Melalui
pemeriksaan kesegaran secara organoleptik yaitu menggunakan panca indera dapat
diketahui tanda-tanda terjadinya penurunan mutu. Daging yang masuk standart
dipisahkan lagi menjadi beberapa keranjang sesuai dengan jenis daging dan miniplant yang mengirim dan langsung di
proses. Apabila daging berlebih disimpan dan
menunggu untuk di sortir, disimpan sementara dalam cold storage dengan
suhu 0 0C untuk menjaga kesegaran daging rajungan, sedangkan daging yang
tidak memenuhi standart akan dirijek dan dipisahkan dalam keranjang tersendiri
agar tidak bercampur dengan daging yang mutunya baik, diberi label sesuai
dengan miniplant yang mengirim dan prosesnya tidak dilanjutkan. Daging yang tidak memenuhi standar (basi dan ditolak atau rejeck)
disimpan dalam cold storage dengan
suhu -20°C untuk dijual ke perusahaan lain yang berada
dalam negeri dalam bentuk daging mentah.
Penerimaan Bahan Baku
Bahan baku dikirim dari miniplant ke
perusahaan dengan menggunakan styrofoam.
Daging dalam toples atau plastik dicampur dengan es curai dan diletakkan di
dalam styrofoam untuk mempertahankan
suhu dingin bahan baku. Suhu
daging dipertahankan pada 0 0C sampai 3 0C dengan
menambahkan es curai. Jumlah perbandingan antara daging dan es yang ditambahkan
tergantung pada jarak pengiriman dan lama waktu pengiriman, semakin jauh
miniplant dari perusahaan induk, maka jumlah es yang ditambahkan semakin
banyak. Menurut Junianto (2003), perbandingan es dan daging dalam kemasan yang
digunakan selama pendinginan bervariasi antara 1 : 4 sampai 1 : 1, perbandingan tersebut
bergantung pada waktu penyimpanan yang diperkirakan, suhu udara diluar kemasan
dan jenis wadah penyimpanan. Ditambahkan oleh Afrianto dan Liviawaty (2005), penggunaan
es curai sehingga mencapai suhu 0oC adalah lebih singkat, hal ini
dikarenakan semakin halus es yang diberikan maka luas permukaan tubuh ikan yang
bersinggungan dengan es semakin besar sehingga waktu yang dibutuhkan mencapai 0oC
semakin singkat.
Transportasi
bahan baku diangkut menggunakan mobil box tertutup/pick up. Pengangkutan yang baik akan memegang
peranan penting dalam menjaga mutu produk. Untuk pengangkutan dengan truk/pick
up terbuka biasanya digunakan penutup yang bersifat konduktivitas
thermalnya rendah, ringan, tahan rembesan uap air dan tahan goncangan. Oleh
karena itu, dengan penggunaan terpal mampu berfungsi sebagai insulator.
Daging rajungan yang diterima dari miniplant yang telah
dibongkar, dipisahkan menurut jenis daging dan ditimbang dengan menggunakan
timbangan digital dengan kapasitas 300 kg menurut jenis dagingnya. Penimbangan dilakukan
untuk mengetahui berat bahan baku yang diterima dan mencocokkan dengan surat
jalan yang diterima dari miniplant. Surat jalan miniplant berisi keterangan antara lain nama/asal
miniplant, tanggal produksi, tanggal pengiriman, jenis daging dan berat/jumlah
daging/bahan baku tiap jenis daging. Daging rajungan yang diterima biasanya dikemas dengan
menggunakan toples, plastik atau mika. Daging jumbo di
kemas dengan toples plastik agar daging tidak rusak saat pengangkutan dan di plaster pada bagian pertemuan tutup dan
badan toples untuk menghindari
terlepasnya tutup toples saat pengangkutan ke perusahaan. Jenis daging backfin, flower, special, dan claw meat cukup dikemas plastik untuk memudahkan pengangkutan.
. Daging yang dikemas dengan toples ditimbang lebih
dahulu karena daging yang dikemas dengan toples lebih mudah penimbangan dan
penyusunannya kedalam keranjang plastik, setelah daging dalam toples sesuai baru
kemudian daging yang dikemas dengan menggunakan plastik. Penimbangan daging
rajungan yang dikemas dalam toples untuk mudah mengetahui berat bersih
dagingnya (berat bersih tanpa toples) maka dalam menimbangnya disertakan toples
kosong, sedangkan daging yang dikemas dengan plastik ditimbang langsung dalam keranjang. Ukuran toples, keranjang atau basket, mika dan plastik
dapat dilihat pada Tabel .
Tabel . Potongan Toples Timbangan Receiving
|
1 toples besar = 0,1 kg
|
|
1 toples kecil = 0,5 kg
|
|
1 toples kotak = 0,1 kg
|
|
1 toples warna = 0,05 kg
|
|
5 mika = 0,1 kg
|
|
10 plastik = 0,05 kg
|
|
1 keranjang = 2,6 kg
|
Sumber : PT. Tonga Tiur Putra
Setelah penimbangan, selanjutnya daging rajungan dicek
suhu awalnya dengan thermometer hand pada sampel dari tiap mini plant
(sampel diambil dari toples/plastik berisi daging colosal, jumbo, jumbo undersize, backfin, flower, special, dan claw meat). Kemudian bahan baku di cek
mutu awalnya secara organoleptik oleh Quality
Control. Daging yang diterima adalah daging yang
memenuhi syarat organoleptik yaitu terdiri dari rasa (daging rajungan manis), bau (bau khas
rajungan) dan warna (warna putih bersih), selain itu juga dilakukan pemisahan daging berdasarkan
warna yaitu daging warna merah yaitu claw meat dan daging warna putih
yang meliputi colosal, jumbo, undersize,
backfin, flower dan special. Menurut
Hadiwiyoto (1993) kesegaran bahan baku menjadi faktor yang paling penting dalam
penentuan sehat atau tidaknya suatu produk yang akan dikonsumsi. Melalui
pemeriksaan kesegaran secara organoleptik yaitu menggunakan panca indera dapat
diketahui tanda-tanda terjadinya penurunan mutu. Daging yang masuk standart
dipisahkan lagi menjadi beberapa keranjang sesuai dengan jenis daging dan miniplant yang mengirim dan langsung di
proses. Apabila daging berlebih disimpan dan
menunggu untuk di sortir, disimpan sementara dalam cold storage dengan
suhu 0 0C untuk menjaga kesegaran daging rajungan, sedangkan daging yang
tidak memenuhi standart akan dirijek dan dipisahkan dalam keranjang tersendiri
agar tidak bercampur dengan daging yang mutunya baik, diberi label sesuai
dengan miniplant yang mengirim dan prosesnya tidak dilanjutkan. Daging yang tidak memenuhi standar (basi dan ditolak atau rejeck)
disimpan dalam cold storage dengan
suhu -20°C untuk dijual ke perusahaan lain yang berada
dalam negeri dalam bentuk daging mentah.
Subscribe to:
Comments (Atom)